Urgensi Mengenal Microcephaly Pada Bayi Dalam Kesehatan

Pengertian-Penyebab-Gejala-Pengobatan-Penyakit-Microcephaly

sumber gambar: klikdokter.com

Jikalau kalian belum tahu, definisi microcephaly atau mikrosefalus adalah suatu keadaan langka yang mana kepala bayi memiliki ukuran yang lebih kecil daripada ukuran kepala bayi pada umumnya. Untuk mengetahui ukuran kepala, anda dapat mengukurnya dengan pengukuran bagiant atas kepala atau lingkar kepala bayi. Keadaan ini dapat bermula sejak bayi lahir ataupun mungkin diderita saat bayi normal yang saat dalam pertumbuhan di tahun pertamanya. Kasus ini memang jarang terjadi. Setidaknya diperkirakan dari seribu bayi lahir hanya satu yang mengalaminya.

Pasien mikrosefalus tidak akan mengalami gangguan perkembangan dalam hal intelegensi. Akan tetapi, pada beberapa kasus menyebutkan bahwa dimungkinkan terjadinya komplikasi. Oleh sebab itu, sebelum terlambat ada baiknya untuk tahu tanda apa saja yang menimbulkan kasusu ini. Pertanda kelainan microcephaly adalah beragam. Salah satunya ialah adanya ukuran otak seseorang yang mengalami penyusutan dilanjutkan dengan perkembangan yang tidak sempurna. Pertanda lain dapat anda simpulkan dari beberapa gejala microcephaly menurut alodokter.com, berikut ini.

  1. Mengalami kejang atau epilepsi
  2. Panjang badan merendah
  3. Kesulitan dalam menelan makanan
  4. Bayi sering menangis
  5. Gangguan mental
  6. Gangguan penglihatan
  7. Gangguan pendengaran
  8. Gangguan keseimbangan tubuh dan gerak
  9. Gangguan dalam berbicara
  10. Hiperaktif (susah untuk duduk tenang atau fokus pada satu objek)
  11. Perkembangan bayi untuk duduk, berjalan, atau berdiri yang terhambat

Banyak yang mempertanyakan apa yang menjadi penyebab kelainan ini? penyebab utama microcephaly adalah adanya perkembangan otak yang tidak wajar, baik itu ketika masih di dalam rahim ataupun sudah dilahirkan. Berikut ini dijabarkan beberapa kemungkinan penyebab lain berdasarkan klikdokter.com.

  1. Feniketonuria

Ini merupakan cacat bawaan lahir akibat warisan dari orangtua untuk memecahkan fenilalanin. Apabila masalah ini tidak langsung ditangani maka kondisi tubuh akan memburuk. Tubuh tidak akan dapat mengurangi fenilalanin. Fenilalanin merupakan salah satu jenis asam amino yang bermanfaat untuk membentuk protein.

  1. Cidera otak

Cidera otak yang dimaksud berupa adanya trauma otak. Disisi lain juga dapat terjadi akibat luka ketika pra atau perinatal pada otak saat mengalami perkembangan. Salah satunya ialah hypoxia-ischemia atau cidera yang disebabkan oleh adanya pasokan oksigen yang belum cukup oleh kebutuhan tubuh.

  1. Terkena zat berbahaya

Paparan zat berbahaya yang dimaksud misalnya alkohol, radiasi, NAPZA, rokok, logam (merkuri atau arsenik), dan sebagainya.

  1. Infeksi yang di alami oleh ibu hamil

Ternyata ibu hamil memiliki peluang untuk terkena infeksi, contohnya virus zika, herpes, toksoplasma, sifilis, HIV, Campylobacter pylori, rubella, atau infeksi parasit akibat pasien memakan daging yang masih mentah atau belum matang.

  1. Craniosynostosis

Dilansir dari hellosehat.com, craniosynostosis adalah cacat lahir yang mengakibatkan bentuk kepala bayi tidak wajar akibat kelainan pada tulang tengkorak. Masalahnya kasus ini akan mempengaruhi kinerja otak dan kepala bayi sehingga dapat menjadi alasan mengapa ukurannya lebih kecil jika dibanding dengan seharusnya.

  1. Malnutrisi parah pada janin.
  2. Kelainan genetik/keturunan, contohnya down’s syndrome.

Apabila bayi anda mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, anda dapat mengonsultasikannya ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi apakah bayi tersebut mengalami penyakit ini atau tidak. Ini berlaku jika pemeriksaan dilakukan setelah bayi lahir. Akan lebih baik jika pemeriksaan dilakukan semasa masih hamil untuk pencegahan dini. Cara pemeriksaannya dengan memanfaatkan USG. USG akan membantu dalam pendeteksian mikrosefalus yang hanya dilakukan minimal mendekati trimester ke-2 atau awal trimester ke-3. Bagi pasien yang ingin sembuh, sebenarnya untuk pengobatan belum dapat ditemukan dengan pasti. Sejauh ini hanya perlu dilakukan penanganan atau pencegahan untuk bayi penderita. Inilah beberapa bentuk penanganan microcephaly adalah sebagai berikut.

  1. Memberikan beberapa obat untuk peningkatan fungsi otot dan saraf serta mengatasi gejala hiperaktif dan kejang.
  2. Melakukan terapi fisik.
  3. Melakukan terapi bicara.

Adapun untuk pencegahan microcephaly adalah dengan beberapa hal, diantaranya menghindarkan diri dari berbagai macam kimia, menjaga kebersihan tangan, tidak memakai NAPZA, tidak meminum alkohol, makan makanan yang bergizi dan sehat, mengonsumsi vitamin saat hamil, dan menggunakan lotion antinyamuk apabila disekitarnya banyak nyamuk. Itulah mengapa penting bagi anda, terutama yang sedang hamil atau baru melahirkan untuk mengupas mengenai penyakit ini. Semoga bermanfaat.

Read More